Kamis, 07 Februari 2013

Anak Jalan

foto : www.harianorbit.com
      Mereka penghuni tempat- tempat yang tak terpakai di malam hari, mungkin itu pasar, pelasaran toko ataupun taman.Yang berutung ialah mereka yang punya tempat tinggal semi permanen di kolong- kolong jembatan ataupun rumah yang material utamanya adalah kardus yang dikala hujan tidak bisa diandalkan.Mereka yang lebih beruntung lagi tinnggal dengan seng- seng dan kayu- kayu bekas sekedar untuk tempat berteduh tanpa peduli arsitektur bangungan jangankan arsitek bangunan terpikir tidak bocor saja sudah senang bukan main.

      Beberapa diantara mereka sejak lahir disana mungkin juga saat mereka mengenyam bangku SD, SMP atau SMA.

        Berbagai alasan yang berbeda menjadi satu disaat yang sama yakni hari ini, mereka sama mencari uang untuk menjalin hari esok. Hari esok yang bisa diandalkan tetapi harapan itu tidak selalu datang jika hari ini mereka merasa sial tetapi apapun itu pastilah ingin kehidupan yang lebih baik. Tak bisa dimengerti memang kehidupan ini berputar begitu saja tanpa ada konfirmasi apapun. Hari ini jika beruntung mereka bisa makan jika tidak ditundalah hingga esok jika esok pula keberuntungan tidak berpihak makalah menunggu lusa. 
Crek..Crek..Creeekk...sambil menadahkan tangan hal itu memang terlihat menyebalkan tetapi tahukah kisah dibalik tangan yang meminta itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar