Jumat, 08 Februari 2013

SENJA


Senja yang teduh, seteduh hati ini melihatnya. 
Terima Kasih Tuhan kau perlihatkan pesona alam milikmu.
Hamba-Mu yang memotretnya : TIKA

Kamis, 07 Februari 2013

Anak Jalan

foto : www.harianorbit.com
      Mereka penghuni tempat- tempat yang tak terpakai di malam hari, mungkin itu pasar, pelasaran toko ataupun taman.Yang berutung ialah mereka yang punya tempat tinggal semi permanen di kolong- kolong jembatan ataupun rumah yang material utamanya adalah kardus yang dikala hujan tidak bisa diandalkan.Mereka yang lebih beruntung lagi tinnggal dengan seng- seng dan kayu- kayu bekas sekedar untuk tempat berteduh tanpa peduli arsitektur bangungan jangankan arsitek bangunan terpikir tidak bocor saja sudah senang bukan main.

      Beberapa diantara mereka sejak lahir disana mungkin juga saat mereka mengenyam bangku SD, SMP atau SMA.

        Berbagai alasan yang berbeda menjadi satu disaat yang sama yakni hari ini, mereka sama mencari uang untuk menjalin hari esok. Hari esok yang bisa diandalkan tetapi harapan itu tidak selalu datang jika hari ini mereka merasa sial tetapi apapun itu pastilah ingin kehidupan yang lebih baik. Tak bisa dimengerti memang kehidupan ini berputar begitu saja tanpa ada konfirmasi apapun. Hari ini jika beruntung mereka bisa makan jika tidak ditundalah hingga esok jika esok pula keberuntungan tidak berpihak makalah menunggu lusa. 
Crek..Crek..Creeekk...sambil menadahkan tangan hal itu memang terlihat menyebalkan tetapi tahukah kisah dibalik tangan yang meminta itu.

Rabu, 30 Januari 2013

Selasa, 22 Januari 2013

Workshop SEJUK, Jurnalisme Kebaragaman

Foto bersama peserta workshop SEJUK
Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK) mengadakan workshop mengenai media dan isu -isu keberagaman, pesertanya merupakan jurnalis kampus atau lembaga pers mahasiswa (LPM) dari berbagai daerah antara lain Banten, Jakarta, Semarang, Pati dan Yogjakarta. Kegiatan tersebut diadakan pada 14- 16 September 2012 di Wisma Makara Universitas Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan pembicara yang kompeten di bidangnya antara lain Usman Kansong dari Media Indonesia, Ade Armando dosen FISIP UI, dan tidak ketinggalan Ahmad Junaidi yang merupakan dosen FIKom UNTAR serta penulis buku PORNO!Feminisme, Seksualitas, dan Pornografi di Media.

Isu- isu keberagaman seperti isu agama yang sebagian jurnalis anggap sensitif seharusnya diangkat dan dipublikasikan karna didalamnya terdapat hak- hak minoritas. Seperti dalam teori komunikasi Spiral of Silent atau Spiral Keheningan seseorang atau sekelompok yang berbeda pandangan dengan mayoritas maka mereka akan diam dan karna itulah bagaimana jurnalis dapat menyuarakan hak minoritas di depan dunia.

"Saputangan Fang Yin" merupakan salah satu film yang di putar saat workshop yang di dalamnya diceritakan penindasan dan kriminalitas yang terjadi pada etnis cina oleh pribumi pada tahun 1998 silam. 

Jumat, 11 Januari 2013

PEMILU BEM FIKOM UNTAR


Pemilihan Umum (Pemilu) BEM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara diadakan diselasar  lantai 12 Gedung Utama. Kandidat Ketua BEM yang baru periode 2012 - 2013 ialah Elwi Gito, Jessika Bernadetta dan Cristofer Tedja.

Reporter      : Etika Widya Kusumadewi
Cameraman : Etika Widya Kusumadewi

Minggu, 18 November 2012

INDOSIAR


Kunjungan ke salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta Barat, INDOSIAR. Terima kasih kepada Bapak Gufroni Sakari selaku ketua bagian Humas yang banyak membantu, Bapak Gafar Goetadi yang memberikan jalan serta staf- staf  yang berada pada bagian kehumasan maupun produksi talkshow Kata Hati Indosiar. 

2.1         Programming
P         Programming atau lengkapnya broadcast programming adalah pengorganisasian program radio atau televisi dalam periode harian, mingguan, atau dalam periode satu bulanan. Programming dalam bahasa Indonesia adalah penjadwalan program yang akan diudarakan (to be aired). Lembaga penyiaran umumnya menggunakan strategi, yaitu secara rutin mengganti ulang penjadwalan ini untuk tetap merebut perhatian pemirsanya (audience) dengan hadirnya program- program yang terbarukan. Langkah ini dilakukan agar dapat tetap bersaing dengan lembaga penyiaran yang lain dalam satu kawasan.[1] Satu stasiun penyiaran selalu merencanakan programnyasecara strategis, yaitu merancang secara sebaik mungkin, sehingga tetap meenarik dan menjaga ketertarikan penonton. 
Program Siaran
Acara televisi atau program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Secara garis besar, program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita.
Jenis Program Siaran
Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentukjadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentukjadi teknis merupakan bentukjadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musik, instruksional, dll. Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.
Talkshow
Istilah Talkshow adalah aksen dari bahasa inggris di Amerika. Di Inggris istilah talkshow biasa disebut chat show. Pengertian talkshow adalah sebuah program televisi atau radio dimana seseorang ataupun kelompok berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang host atau moderator. Talkshow menghadirkan tamu berkelompok yang ingin mempelajari berbagai pengalaman hebat. Di lain hal juga, seorang tamu dihadirkan oleh moderator untuk berbagi pengalaman. Acara talkhow ini biasanya diikuti dengan menerima telpon dari para pendengar atau penonton yang berada di rumah atau ditempat lain. The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomer satu pada tahun 1986. Acara ini ditonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika Serikat dan disiarkan secara internasional di 126 negara. Mulai debutnya sejak 1986 di acara TV di Baltimore.


[1] Hidajanto Djamal dan Andi Fachruddin, Dasar- Dasar Penyiaran Sejarah, Organisasi, Operasional, dan regulasi (Jakarta : Kencana, 2011) hlm. 135



Jumat, 09 November 2012

Kami Tamu UI Workshop Jurnalistik 2012 -9 November

Tika, Silvi, Bima, Dina dan Ina
“What does deadline mean in the world of smartphone?, what are the most effective roles for journalists in an age where citizens can increasingly go directly to the source of news?”
 –Krisnadi Yuliawan-

Jumat- Sabtu, 9-10 November 2012, Universitas Indonesia menyelenggarakan Workshop Pers Kampus UI 2012 dengan pembicara- pembicara yang kompeten dibidang jurnalistik yakni Meily Badrianti,M.Si, Krisnadi Yuliawan, Rachmadian Bachtiar, Dandy Laksono, dan Supadiyanto. Kegiatan ini mengambil tempat berbeda setiap harinya, hari pertama diselenggarakan di Auditorium Lantai 6 Perpustakaan UI , dan hari kedua di Ruang Apung Perpustakaan Pusat. Workshop yang diikuti oleh 65 peserta ini selain diikuti oleh perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia juga diikuti beberapa perwakilan universitas lain yakni Universitas Tarumanagara, Universitas Gunadarma, Universitas Paramadina dan Intitut Pertanian Bogor.
                Kegiatan ini sangat menarik selain diisi oleh pembicara yang spesialis peserta juga terlihat antusias dilihat dari banyaknya lontaran pertanyaan pada setiap sesi. Ramadian Bachtiar seorang fotografer jurnalistik yang memulai karir fotografi di Jerman ini menjadi salah satu pembicara yang digandrungi banyak pertanyaan. Dari mulai pertanyaan yang berbau teknis sampai passion.

                Selain mengupas dasar jurnalistik, fotografi jurnalistik, jurnalisme konvensional dan Jurnalisme Online, Investigative journalism juga membawa aura tersendiri. Pembawaan Dandy Laksono membawa peserta pada atmosfer yang berenergi namun ringan. Menurutnya investigasi bukanlah untuk kasus- kasus yang besar dan melibatkan petinggi- petinggi saja, hal – hal sepele yang berada di sekitar kita yang tidak kita ketahui bisa menjadi bahan investigasi. “ Liputan investigasi itu tidak bisa mengandalkan ucapan narasumber perlu dokumen yang jelas dan kesaksian orang lain” begitu pembawaannya. Ada yang menarik pada sesi ini. Peserta diuji untuk menerangkan kejadian ketika mereka berbalik badan dan Dandhy selaku pembicara melakukan hal yang tidak mereka tahu. Ada botol air yang airnya berkurang, air tumpah dimeja, dua botol air yang berada tidak jauh dari botol air yang berkurang. Apakah yang terjadi dengan botol tersebut ketika mereka berbalik badan? Tak seorangpun mendapat kepastian.